Tradisi Di Desa Trunyan Bali

 Tradisi Di Desa Trunyan Bali

Tradisi Di Desa Trunyan Bali kalau kalian liburan ke Bali dan kalian berkunjung ke Kintamani di Pulau Bali, kalian bisa mampir ke Desa Trunyan Bali yang mana tempat ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi wisatawan namun masih ada beberapa wisatawan yang sama sekali belum mengetahui akan tempat atau Desa Trunyan ini nah tempat ini merupakan salah satu yang mana Desa tertua yang ada di Pulau Dewata Bali. Desa Trunyan adalah nama Desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Nah jika  kalian ingin berkunjung ke sana untuk mengetahui akan bagaimana tradisi yang ada di sana perlu kalian ketahui adalah dimana para wisatawan bisa menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi dari masyarakat setempat di Desa Trunyan yang mana tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun temurun. kalian bisa datang saja ke sebelah timur dari tepi Danau Batur Kintamani Bali namun jalan darat dari Penelokan Kintamani kalian hanya sampai di Desa Kedisan saja guys, nah sesampainya kalian di Deasa Kedisan kalian harus melanjutkan perjalanan namun kalian harus menyeberangi Danau Batur agar kalian sampai di Desa Terunyan.
Tradisi Di Desa Trunyan Bali kalau kalian liburan ke Bali dan kalian berkunjung ke Kintamani di Pulau Bali, kalian bisa mampir ke Desa Trunyan Bali yang mana tempat ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi wisatawan namun masih ada beberapa wisatawan yang sama sekali belum mengetahui akan tempat atau Desa Trunyan ini nah tempat ini merupakan salah satu yang mana Desa tertua yang ada di Pulau Dewata Bali.
Desa Trunyan adalah nama Desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Nah jika  kalian ingin berkunjung ke sana untuk mengetahui akan bagaimana tradisi yang ada di sana perlu kalian ketahui adalah dimana para wisatawan bisa menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi dari masyarakat setempat di Desa Trunyan yang mana tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun temurun. kalian bisa datang saja ke sebelah timur dari tepi Danau Batur Kintamani Bali namun jalan darat dari Penelokan Kintamani kalian hanya sampai di Desa Kedisan saja guys, nah sesampainya kalian di Deasa Kedisan kalian harus melanjutkan perjalanan namun kalian harus menyeberangi Danau Batur agar kalian sampai di Desa Terunyan.

Untuk di Desa Terunya kalian tidak membutuhkan waktu lama kok cuma 45 menit saja jika kalian menggunakan perahu bermotor. Namun jika kalian menggunakan perahu lesung yang masih manual menggunakan dayung kalian akan sampai di sana dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih. Di Desa Terunyan tempatnya masih asri ya guys ya namun letaknya yang agak terpencil juga yang mana inilah yang mengharuskan kalian berjuang untuk sampai di sana

Namun semua perjuangan yang kalian sudah lakukan tersebut untuk sampai di Desa Terunyan akan terbayar semua saat kalian  begitu tiba di sana. Meski Desa Terunyan terkenal dengan cara pemakaman yang unik yang mana masyarakat di sana menyebutnya dengan nama "Mepasah",
Di Desa Terunyan mayat pun tidak akan dibakar melalui upacara ngaben seperti di tempat lain atau desa lainnya yang ada di Pulau Bali. Dan juga tidak dikubur seperti layaknya yang biasa kalian dijumpai di berbagai dea yang ada di Bali. Di Desa Trunyan Bali ini, mayat akan dibiarkan begitu saja di alam terbuka yang mana akan di tutup si bagian samping kanan dan kiri dengan ulatan aau rangkaian yang terbuat dari bambu. Di desa Bali Aga ini, disana ada tiga lokasi pemakaman untuk masyarakat di sekitar. yang pertama yaitu ada Sema Wayah, Sema Bantas dan yang terakhir adalah Sema Nguda.
 
Nah untuk Sema Wayah yang mana digunakan secara spesifik untuk mayat yang dimakamkan secara mepasah saja. Sedangkan untuk Sema Bantas dipakai untuk jenis pemakaman khusus untuk mayat yang dikubur saja ya guys. Dan yang terakhir yakni Sema Nguda yang mana merupakan lokasi pemakaman yang bisa digunakan baik untuk mayat mepasah atau pun mayat yang dikubur. Mayat yang dikubur biasanya adalah yang mana mereka meninggal karena sakit, kecelakaan, meninggal secara tidak wajar, anak kecil yang giginya belum tanggal atau mayat orang yang di bubuh akan tetap dikubur.
Baca Juga

Sementara itu untuk mayat yang mepasah adalah untuk masyarakat Desa Trunyan yang meninggal setelah berumah tangga atau para bujangan dan anak kecil yang giginya telah tanggal juga masuk dalam kategori mayat mepasah. meski mayat nya tidak dalam keadaan terkubur mayat mepasah pun ternyata tidak berbau busuk sama sekali malah baunya wangi. Hal itu karena kan keberadaan pohon taru menyan yang mempunyai fungsi untuk menghilangkan bau bangkai mayat mepasah itu tersebut